PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian terpenting dari pendidikan secara keseluruhan, karena pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan gerak, kemampuan fisik, pengetahuan, dan penalaran. Penghayatan nilai-nilai (sikap, mental, emosional, spiritual, sosial) serta pembiasaan pola hidup sehat yang kemudian pada akhirnya dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani dan kesehatan yang berkepentingan dalam perkembangan total manusia dengan menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, dan emosional (Husdarta, 2009: 4). 

Dilihat dari segi pola pencapaian tujuan pendidikan jasmani maka perlu peninjauan yang lebih mendalam tentang pendidikan jasmani agar tujuan pendidikan jasmani benar-benar memenuhi sasaran dengan memperoleh hasil yang diharapkan dari suatu proses pembelajaran pendidikan jasmani, maka diperlukan suatu langkah tepat yang harus dirancang oleh seorang pendidik untuk memperoleh tingkat keberhasilan yang lebih besar, tentunya dengan melibatkan siswa secara aktif.

Perlu kita sadari bahwa kurangnya minat siswa dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani adalah merupakan faktor penghabat tercapainya tujuan pendidikan jasmani, salah satu yang mempengaruhinya adalah kurangnya pemberian variasi dalam pembelajaran yang mengakibatkan sebagian dari siswa kurang minat dan antusias sehingga siswa cepat merasa bosan, tentunya ini akan berdampak pada rendahnya aktivitas dan kerjasama siswa. Kurangnya variasi, metode, dan model dalam setiap aktivitas pembelajaran pendidikan jasmani akan menyebabkan munculnya kebosanan seseorang yang pada akhirnya akan mengurangi daya minat (Zafar, 2010).

Melalui pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan merupakan salah satu strategi yang tepat yang harus dirancang dan diterapkan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Olahraga yang berorientasi permainan akan lebih menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa akan lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun implementasi permainan dalam proses pembelajaran terutama permainan tradisional masih tergolong jarang dilakukan, ini sejalan dengan apa yang dikatakan (Kurniati, 2017: 28) bahwa guru-guru di sekolah mengalami kesulitan untuk mengimplementasikan bermain ke dalam proses pembelajaran.

Kegagalan dan keberhasilan suatu metode, model, dan pendekatan yang dilakukan seorang pendidik dalam proses pembelajaran penjas tidak terlepas dari sarana dan prasarana. Maka ketika sarana dan prasarana tidak terpenuhinya baik secara kuantitas dan kualitasnya, dapat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran.

Sehingga keterbatasan fasilitas dan perlengkapan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani menuntut pendidik untuk lebih kreatif dalam memberdayakan serta mengoptimalkan penggunaan fasilitas dan perlengkapan yang ada sesuai dengan kondisi siswa di sekolah. Jadi, untuk mewujudkan efektivitas pendidikan, guru pendidikan jasmani harus memiliki kreativitas, karena kreativitas dari langkah yang dikembangkan guru untuk mencapai tujuan pendidikan merupakan salah satu wujud keberhasilan guru (Husdarta, 2009: 81).

Modifikasi dalam pembelajaran penjasorkes merupakan usaha untuk mengubah pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas fisik agar lebih menarik dan meningkatkan gerak siswa agar lebih efektif untuk mencapai tujuan tertentu, dalam hal ini guru sangat berperan penting dalam melakukan perubahan (Hidayah, 2017: 9)

Berdasarkan gagasan yang disampaikan oleh guru penjasorkes MI NW 2 Kelayu dalam wawancara individu terbuka pada tahap analisis kebutuhan bahwa praktik pelaksanaan pembelajaran penjasorkes khususnya pada materi dasar lompat jauh belum pernah diterapkan dengan model pembelajaran yang dimodifikasi menggunakan permainan.

Oleh karena itu peneliti mengusulkan tentang pembelajaran gerak dasar lompat jauh yang dimodifikasi dan dipadukan dengan permainan tradisional pada materi lompat jauh siswa kelas V, diharapkan dengan model pembelajaran permainan ini siswa menjadi tertarik dan antusias dalam belajar penjasorkes materi atletik, sehingga secara praktik aktivitas pembelajaran materi lompat jauh dapat terselesaikan dengan baik.

Model pengembangan yang akan peneliti terapkan yakni menggabungkan tiga permainan tradisional yang telah dipilih berdasarkan gerak dasar cabang olahraga lompat jauh yang diurutkan secara sistematis mulai dari awalan, tolakan, dan lompatan, sesuai dengan materi dasar lompat jauh yang pelaksanaannya dapat berjalan dalam satu waktu dan tentunya akan dapat memaksimalkan penggunaan waktu belajar dengan baik karena pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan jam mata pelajaran yang ada di sekolah dasar.

Penggunaan model permainan tradisional pada materi lompat jauh merupakan alternatif yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan jenis kebutuhan, karakteristik siswa, dan fasilitas penunjang yang secara umum pelaksanaan permainan tradisional dapat dimainkan dengan peralatan yang sederhana dan mudah didapatkan. Kecenderungan anak pada usia sekolah dasar lebih senang melakukan aktivitas bermain, maka aktivitas bermain merupakan suatu kebutuhan mendasar yang harus dijadikan bahan pertimbangan untuk menyusun strategi pembelajaran, karena dalam kesehariannya anak menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Bermain merupakan aktivitas yang sangat berpengaruh terhadap imajinasi, kreativitas, dan kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah (Tim Playplus Indonesia, 2016). 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL"

Posting Komentar